Skip to main content

Sabtu, 10 September 2022 (Aufa)

Nama : Aufa Tri Hapsari

Nim : 2209116031

Kelompok 9 Pegipegi


Praktikum Sistem Informasi

       Pada kesempatan kali ini materi pertama yang disampaikan membahas seputar praktikum, materi dibawakan langsung oleh bang I Gede Darmayana selaku ketua ASLAB. Di dalam stuktur kepengurusan praktikum Sistem Informasi Bapak Hario Jati Setyadi,S.Kom.,M.Kom sebagai dosen pembimbing, diikuti dengan pengurus lainnya guna menunjang kelancaran praktikum Sistem Informasi.

Apa Itu Praktikum?

Dalan dunia perkuliahan sangat tidak asing dengan “praktikum”. Praktikum adalah kegiatan belajar berbentuk pengamatan terhadap percobaan atau pengujian di laboratorium yang kita ikuti dengan Analisis dan penyimpulan terhadap hasil pengamatan tersebut.

Mengapa Praktikum Penting?

  1. Sebagai sarana untuk mempraktekkan teori teori ke dalam kasus yang lebih nyata.
  2. Sarana dan Visualisasi terkait Pemahaman yang telah di pelajari pada teori sebelumnya.
  3. sarana untuk belajar serta mempelajari tools/ software.
Mengapa Praktikum Wajib?
  1. agar dapat mempraktikkan teori dalam kasus yang lebih nyata
  2. agar memiliki kompetensi pada tools - tools mata kukiah terkait
  3. syarat penting pada kelulusan mata kuliah yang ditempuh
Aturan - Aturan Praktikum
  1. Seluruh mahasiswa sistem informasi WAJIB mengikuti praktikum sesuai waktu yang telah ditentukan.
  2. Praktikan yang memiliki kepentingan wajib izin kepada Aslab yang bersangkutan.
  3. Selain Praktikan kelas yang sedang mengikuti praktikum,Praktikan lain DILARANG memasuki Lab.
  4. Praktikan WAJIB menjaga etika, tata krama, sopan santun dan menjaga kenyamanan serta kebersihan.
  5. Setiap Praktikan WAJIB berpakaian sopan dan rapi sesuai ketentuan.
  6. Praktikan WAJIB bertanggung jawab atas seluruh fasilitas yang terdapat di lab.
  7. setiap wakti kamu DILARANG makan di dalam Lab.
Waktu Pelaksanaan
  1. Praktikum dilaksanakan selama 8x pertemuan.
  2. Praktikum dimulai setelah UTS
  3. Praktikum berlangsung selama 1,5 jam untuk setiap pertemuan.
Etika Komunikasi dan Kepempimpinan

Pemaparan materi yang kedua ini dibawakan oleh Bang Ahmd Zacky Indra.

Prinsip Dasar Berbicara di Depan Umum

 - Spesifikasi subjek
Penguasaan ilmu komunikasi secara akademis dan praktis.
- Fungsi bahasa : mendengar, memahami, berbicara, menulis, membaca.
  • Struktualisme
Masyarakat Dari suatu budaya memiliki suatu struktur yang sama.
 -  manusia sangat dipengaruhi oleh sekelilingnya
 -  keinginan, cita cita merupakan struktur dari sisi sendiri dalam mengarahkan perilaku.
 -  manusia bukan subjek

Public speaking secara umum adalah persiapan dan penyampaian seseorang untuk menyampaikan pendapat kepada sekelompok orang yang mendengarkannya tanpa mengganggu aliran ide.

Menurut David Zarefsky public speaking merupakan proses komunikasi berkelanjutan di mana pesan yang disampaikan terus berinteraksi, antara pembicara dan para pendengarnya.

Model Komunikasi Lasswell
1. Who: merujuk pada komunikator/sumber yang mengirim pesan
2. (Says) what: merurujuk pada isi pesan
3. (In which) channel: merujuk pada media atau saluran
4. (To) whom: merujuk pada penerima pesan
5. (With what) effects: merujuk pada efek media yang ditimbulkan

Segitiga Retorika
1. Logos : Logis/alasan/bukti
- struktur berbicara
- referensi (jurnal buku,dsb)
- perbandingan, analogi

2. Ethos : Kredibilitas/kepercayaan
- personal branding
- keyakinan sumber
- kredibilitas

3.Pathos : Emosi/isi
-  cerita
-  kutipan inspirational
-  jiwa bahasa
 
How To Be Leader

Penyampaian materi yang terakhir kali ini dibawakan oleh Bang Arya, terkait pentingnya kepemimpinan, bagaimana menjadi pemimpin yang baik dan menghindari sikap pemimpin yang buruk.

  • Cara Menjadi Pemimpin Yang Baik:
  1. memiliki karakter dan integritas: harus memiliki karakter yang kuat dan berbeda dari mayoritas orang.
  2. memiliki visi misi: seorang pemimpin harus memiliki visi misi yang jelas yang bisa dijalankan oleh anggotanya.
  3. rendah hati: seperti sifat padi, yaitu semakin berisi maka semakin merunduk.
  • Pemimpin harus ada karena:
  1. Tanpa adanya pemimpin semua kau orang hanya akan egois dengan pikiran dan pendapatnya.
  2. Penentu Arah
  3. Pelihat dan Perasa pemimpin harus menjadi orang yang mau dan harus memperhatikan situasi dan kondisi anggota kelompok serta keadaan yang sedang terjadi.

  • Pemimpin yang Buruk:
  1. Otoriter: dominan dan bertedensi negatif.
  2. Lambat mengambil keputusan: dalam mengambil keputusan tidak harus terlalu cepat, namun juga tidak terlalu lambat atau plin plan.
  3. Pilih kasih: menilai melalui sikap daripada tindakan.


Comments