Skip to main content

Sabtu, 10 September 2022 (Dinnu)

 Praktikum, Etika Komunikasi & Kepemimpinan, How to be a Leader

Nama: Dinnuhoni Trahutomo
NIM: 2209116006
Kelompok 9 (Pegi-pegi)


1. Praktikum Sistem Informasi:

Materi Praktikum Sistem Informasi dibawa oleh Bang I Gede Darmayana selaku Ketua Asisten Laboratorium Praktikum SI (2021-2022 dan 2022-sekarang). 

Praktikum adalah kegiatan pembelajaran yang bertujuan agar mahasiswa mendapat kesempatan untuk menguji dan mengaplikasikan teori atau penyelidikan dan pembuktian ilmiah matakuliah atau bagian matakuliah tertentu. 

Mengapa praktikum penting di perkuliahan?
- Untuk mempraktikkan teori-teori yang sudah dipelajari ke kasus di kehidupan nyata.
- Sebagai sarana dan visualisasi yang telah dipelajari.
- Sebagai sarana tools/software untuk melengkapi teori-teori yang telah dipelajari.

Apakah praktikum wajib?
- Agar dapat mempraktikkanya.
- Agar berkompetisi yang baik antar sesama teman-teman.
- Syarat penting kelulusan. Jadi jika tidak hadir, maka bisa tidak lulus.

Apa saja aturan di praktikum?
1. Wajib mengikuti praktikum.
2. Wajib izin kepada Aslab jika ingin praktikum.
3. Selain kegiatan praktikum, dilarang masuk ke laboratorium.
4. Wajib menjaga etika, tatak rama, dan sopan santun.
5. Pakaian harus sopan & rapi layaknya saat pergi kuliah.
6. Bertanggung jawab saat praktikum.
7. Dilarang makan di dalam laboratorium.

Waktu pelaksanaan praktikum:
1. 8x pertemuan
2. Dimulai setelah UTS (namun untuk saat ini dimajukan menjadi tanggal Senin, 12 September 2022)
3. Berlangsung selama 1,5 jam (estimasi).

2. Etika Komunikasi dan Kepemimpinan


Materi Etika Komunikasi dan Kepemimpinan dibawa oleh Bang Ahmad Zacky Indra (Zacky)

Prinsip dasar berbicara depan umum.

- Spesifikasi subjek
Pemahaman dan penguasaan ilmu komunikasi secara akademis dan praktikum.

- Fungsi bahasa: mendengar, memahami, berbicara, menulis, membaca. (Ferdinand de Saussure - Semiologi).

- Strukturalisme
Masyarakat dari suatu budaya memiliki suatu struktur yang sama, contohnya:
1. Manusia sangat di pengaruhi oleh sekelilingnya.
2. Keinginan, cita-cita merupakan struktur dari diri sendiri dalam mengarahkan perilaku.
3. Manusia bukanlah subjek.

- Public Speaking: Persiapan penyampaian seseorang untuk menyampaikan pendapat kepada sekelompok orang yang mendengarkannya tanpa mengganggu aliran ide.

Lasswell's Communication:

Who:  Komunikasi atau sumber yang mengirim pesan.

What: Isi pesan.

(In which) Channel: Media.

(To) Whom: Penerima pesan.

(With What) Effect: Efek media yang ditimbulkan.

- Segitiga Retorika:

Retorika, berasal dari bahasa yunani yaitu Rhetorica, adalah seni berbicara, asalnya digunakan dalam perdebatan-perdebatan di ruang sidang pengadilan untuk saling mempengaruhi sehingga bersifat kegiatan antarpersona. Kemudian berkembang menjadi kegiatan komunikasi massa yaitu berpidao kepada khalayak.

Retorika adalah ilmu dan seni yang mengajarkan kepada orang unuk terampil menyusun dan menyampaikan tuturan secara efektif untuk mempersuasi pihak lain. Tuturan yang efektif adalah memaparkan kebenaran, disiapkan dan ditata secara sistematis dan ilmiah, mengolah dan menguasai topik tutur, serta mempunyai alasan pendukung atau argumen.

Teori retorika berpusat pada pemikiran mengenai retorika yang disebut Aristoteles sebagai alat persuasi yang tersedia. Maksudnya seorang pembicara yang tertarik untuk membujuk khalayaknya harus mempertimbangkan tiga bukti retoris: logika (logos), emosi (pathos) dan etika/kredibilitas (ethos).

Ketiga bukti retoris tersebut disebut sebagai segitiga retorika. Ada 3 aspek dalam segitiga retorika:

1. ETHOS

Ethos adalah komponen di dalam argumen yang menegakkan kepercayaan pendengar terhadap kompetensi sang pembicara. Dalam prinsip persuasi bisa termasuk ke dalam prinsip otoritas dan rasa suka. Wawasan, etika dan karakter orang yang menyampaikan argumen haruslah meyakinkan.

2. LOGOS

Logos adalah isi dari argumen haruslah menggunakan argumentasi logika dan data. Data-data yang disajikan harus akurat dan tidak membingungkan. Informasi yang mendalam namun mudah dipahami akan semakin meningkatkan dimensi ethos dari sang pembicara. 

Struktur bahasa yang rasional dan proporsional akan ditangkap dengan jelas oleh pikiran para pendengar. Kejelasan dari alasan-alasan serta bukti-bukti yang kuat akan mendorong pesan dan argumen menjadi semakin persuasif. Persiapan yang matang adalah kuncinya.

3. PATHOS

Pathos adalah sisi daya tarik emosional yang menyertai isi argumen dari sisi logos dan kompetensi komunikator dari sisi ethos. Penyampaian argumentasi dengan pathos inilah yang menguatkan unsur persuasinya. Pathos adalah penentu dari persetujuan pendengar pada pemaparan sang pembicara.

Bujukan yang menyasar kepada segi emosi bisa berupa cara penyampaian pesan yang bersemangat dengan bentuk cerita, analogi, atau metafora untuk mengantarkan nilai-nilai secara empatik. Pembicara bisa juga menggunakan imajinasi, harapan, bahkan ketakutan dari audiens. Kelima prinsip persuasi lainnya bisa dimasukkan disini.

Di sini komunikator dituntut untuk mampu menyesuaikan suasana emosional yang ingin dicapai dalam sebuah persuasi. Komunikator yang cerdas mampu mengendalikan suasana emosi yang diinginkan, bukan apa yang diinginkan khalayak, akan tetapi lebih kepada apa yang diinginkan oleh komunikator itu sendiri.

Dengan mengetahui karakteristik khalayak, pemahaman yang mendalam terhadap berbagai macam karakter emosi, diharapkan persuasi yang dilakukan dapat berjalan efektif.

3. How to be a Leader

Pada materi cara menjadi seorang pemimpin, dibawa oleh Bang Arya Sudatra.

- Contoh pemimpin yang baik:

1. Memiliki karakter dan integritas: Memiliki karakter yang kuat dan berbeda dari mayoritas orang dan memiliki integritas.

2. Memiliki visi misi: Punya arah tujuan sendirdalam hidupnya.

3. Rendah hati. Layaknya padi, semakin berisi semakin merunduk.

- Mengapa harus ada pemimpin?

1. Tanpa ada pemimpin, semua orang egois dengan pikiran dan pendapatnya masing-masing.

2. Penentu arah, pemegang kemudi. 

Layaknya seorang nahkoda, pilot, atau supir, ia mengarahkan anggotanya ke arah yang lebih baik.

3. Sebagai pelihat & perasa. 

Seorang pemimpin harus dan mau memperhatikan situasi dan kondisi anggota kelompoknya serta keadaan yang sedang terjadi.

- Contoh pemimpin yang buruk:

1. Otoriter:

Dominan di dalam kelompok namun berkuasa sendiri atau sewenang-wenang terhadap kelompok/organisasinya sendiri.

2. Lambat mengambil keputusan:

Dalam mengambil keputusan tidak harus terlalu cepat hingga terjadi banyak miss communication namun tidak juga terlalu lambat hingga anggota terkena dampak yang tidak baik.

3. Pilih kasih: 

Seorang pemimpin harus menilai dari karya/hasil nyata yang berdampak baik bagi kelompok dan sekitarnya, bukan dari keakrabannya atau sikapnya.

Comments